Daftar Menu


video pembelajaran

Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Agustus 2013

PERENCANAAN USAHA MULAI DARI Modal dan Peluang Usaha



A.  Modal dan Peluang Usaha
          Pada tahun 1986 bapak sono dan ibu atun memulai usaha dengan berternak ayam petelur. Pada saat itu modal awal mereka adalah 200.000 rupiah, mereka lalu membeli ayam sebanyak 100 ekor, pakan ternak, membangun kandang ayam sendiri. Tak lama ayam itu cepat berkembang biak dan merekapun menjualnya kewarung-warung kelontong. Untuk memasarkannya mereka hanya menaiki sepeda motor yang jelek dan sering macet, tetapi semua itu tidak mengurangi rasa semangat mereka yang begitu besar.

Jumat, 31 Mei 2013

Sistematika Kurikulum 2013 / perubahan kurikulum tahun 2013 untuk (SD, SMP, SMA, SMK)

Sistematika

Strategi Pengembangan Pendidikan

Rasional Pengembangan Kurikulum

Kerangka Kerja Pengembangan Kurikulum

Elemen Perubahan Kurikulum

Standar Kompetensi Lulusan

Struktur Kurikulum

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

Faktor Pendukung Keberhasilan Implementasi Kurikulum

Strategi Implementasi

Permasalahan Kurikulum 2006

  1. Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya matapelajaran dan
    banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia
    anak. 
  2. Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan
    pendidikan nasional.
  3. Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan
    pengetahuan.
  4. Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya
    pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard
    skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum.
  5. Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat
    lokal, nasional, maupun global.
  6. Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga
    membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang
    berpusat pada guru.
  7. Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil)
    dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berkala
  8. Dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi
    tafsir.
selanjutnya lihat di sini

Sabtu, 27 April 2013

Konstruktivisme dalam pendidikan




Konstruktivisme adalah suatu filsafat pengetahuan yang memiliki anggapan bahwa pengetahuan adalah hasil dari konstruksi (bentukan) manusia itu sendiri. Manusia menkonstruksi pengetahuan mereka melalui interaksi mereka dengan objek, fenomena, pengalaman dan lingkungan mereka. Suatu pengetahuan dianggap benar bila pengetahuan itu dapat berguna untuk menghadapi dan memecahkan persoalan yang sesuai (Suparno, 2008:28). Menurut paham konstruktivisme, pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seseorang kepada yang lain, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh tiap-tiap orang. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi tetapi merupakan suatu proses yang berkembang terus-menerus. Dan dalam proses itulah keaktifan dan kesungguhan seseorang dalam mengejar ilmu akan sangat berperan.
Berbicara tentang konstruktivisme tidak dapat lepas dari peran Piaget. J. Piaget adalah psikolog pertama yang menggunakan filsafat konstruktivisme dalam proses belajar. Menurut Wadsworth (1989) dalam Suparno (2008), teori perkembangan intelektual Piaget dipengaruhi oleh keahliannya dalam bidang biologi. Teori pengetahuan Piaget adalah teori adaptasi kognitif. Seperti setiap organisme selalu beradaptasi dengan lingkungannya untuk dapat mempertahankan dan memperkembangkan hidup, demikian juga struktur pemikiran manusia. Berhadapan dengan pengalaman, tantangan, gejala dan skema pengetahuan yang telah dipunyai seseorang ditantang untuk menanggapinya. Dan dalam menanggapi pengalaman-pengalaman baru itu skema pengalaman seseorang dapat terbentuk lebih rinci, dapat pula berubah total. Bagi Piaget, pengetahuan selalu memerlukan pengalaman, baik pengalaman fisis maupun pengalaman mental.
Sebenarnya prinsip-prinsip konstruktivisme telah banyak digunakan dalam pendidikan sains dan matematika. Secara umum prinsip-prinsip itu berperan sebagai referensi dan alat refleksi kritis terhadap praktek, pembaruan dan perencanaan pendidikan sains dan matematika. Prinsip-prinsip yang diambil dari konstruktivisme adalah :
a. Pengetahuan dibangun oleh peserta didik secara aktif.
b. Tekanan dalam proses belajar terletak pada peserta didik.
c. Mengajar adalah membantu peserta didik belajar.
d. Tekanan dalam proses belajar lebih pada proses, bukan hasil.
e. Kurikulum menekankan partisipasi peserta didik.
f. Guru adalah fasilitator.
Berkaitan dengan diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Indonesia yang memberikan kewenangan kepada sekolah dan para guru untuk menyusun sendiri kurikulum pembelajaran yang akan dijalankan, prinsip-prinsip konstruktivisme tentu dapat menjadi roh dari setiap silabus yang disusunnya. Hal yang tetap harus diperhatikan adalah kesiapan lingkungan belajar, baik pendidik, lingkungan, sarana prasarana dan pendukung lainnya. Jika hal-hal tersebut tidak dipersiapkan dengan baik, bisa jadi terjadi hal-hal yang melenceng dari harapan. Karena peserta didik mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, tidak jarang bahwa hasil konstruksinya tidak sesuai dengan hasil konstruksi para ilmuwan, maka muncullah salah pengertian atau konsep alternatif. Dalam hal seperti ini diperlukan penelusuran dan penelitian untuk menemukan permasalahan dan mengatasinya.
Menurut pandangan konstruktivistik belajar dan pembelajaran memiliki ciri-ciri :
1)   Tujuan pembelajaran ditekankan pada belajar bagaimana belajar.
 2) Pengetahuan adalah non-objective, selalu berubah. Belajar adalah penyusunan pengetahuan dari pengalaman konkret, aktivita skolaborative, refleksi serta interpretasi. Si belajar memiliki pemahaman tergantung pengalaman dan perspektif interpretasinya sehingga hasilnya individualistic.
3) Penataan lingkungan belajar: tidak teratur, semrawut, si belajar bebas, kebebasan dipandang sebagai penentu keberhasilan dan control belajar dipegang si belajar.
 4) Dalam strategi pembelajaran, lebih diarahkan untuk meladeni pandangan pebelajar. Aktivitas belajar lebih didasarkan pada data primer. Pembelajaran menekankan proses.
5) Evaluasi menekankan pada penyusunan makna, menggali munculnya berpikir dengan pemecahan ganda. Dan evaluasi merupakan bagian utuh dari pembelajaran, dan menekankan pada ketrampilan proses


Secara sederhana dapat disimpulkan, filsafat konstruktivisme beranggapan bahwa pengetahuan adalah hasil konstruksi manusia. Manusia menkonstruksi pengetahuan mereka melalui interaksi mereka dengan objek, fenomena, pengalaman dan lingkungan mereka. Suatu pengetahuan dianggap benar bila pengetahuan itu dapat berguna untuk menghadapi dan memecahkan persoalan yang sesuai.
Prinsip-prinsip konstruktivisme telah banyak digunakan dalam pendidikan sains dan matematika, namun demikian sekarang prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan ke dalam semua mata pelajaran. Dan berkaitan dengan diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Indonesia yang memberikan kewenangan kepada sekolah dan para guru untuk menyusun sendiri kurikulum pembelajaran yang akan dijalankan, prinsip-prinsip konstruktivisme tentu dapat menjadi roh dari setiap silabus yang disusunnya serta mewujudnyatakan dalam pembelajaran.
Namun tetap harus diperhatikan bahwa model pembelajaran konstruktivistik ini harus didukung oleh lingkungan yang tepat dan didukung oleh institusi pendidikan yang berwawasan luas, Institusi pendidikan harus ikut menciptakan situasi masyarakat pebelajar dengan menyiapkan sarana-prasarana, lingkungan, SDM dan elemen pendukung lainnya. Semua elemen didorong menjadi manusia pebelajar. Model konstruktivistik akan mencapai hasil optimal jika diterapkan dalam lingkungan manusia pebelajar.

Sabtu, 06 April 2013

RPP SMP persamaan garis lurus download

Sabtu, 10 Maret 2012

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Memahami sistem persamaan linear dua variabel dan menggunakannya dalam pemecahan masalah.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah                            : ………………
Mata Pelajaran                : Matematika
Kelas / Semester               : VII / 1
Waktu                             : 16 x 40 menit (8 kali pertemuan)

A.    STANDAR KOMPETENSI:  Aljabar
2. Memahami sistem persamaan linear dua variabel dan menggunakannya dalam pemecahan masalah.
B.     KOMPETENSI DASAR
2. 1. Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel.
C.    INDIKATOR
1.       Menyebutkan perbedaan PLDV dan SPLDV
2.      Mengenal SPLDV dalam berbagai bentuk dan variabel
3.      Menentukan akar SPLDV dengan metode grafik.
4.      Menentukan akar SPLDV dengan metode Subtitusi dan Eliminasi.
5.      Menentukan akar SPLDV dengan metode Subtitusi - Eliminasi (Gabungan).
6.      Membuat model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan SPLDV
D.    TUJUAN PEMBELAJARAN
1.    Tujuan Kognitif: Setelah selesai mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat:
Pertemuan 1:
a.       Menyebutkan perbedaan PLDV dan SPLDV
b.      Mengenal SPLDV dalam berbagai bentuk dan variabel

Pertemuan 2:
Menentukan akar SPLDV dengan metode grafik
Pertemuan 3:
Menentukan akar SPLDV dengan metode Subtitusi

Pertemuan 4:
Menentukan akar SPLDV dengan metode Subtitusi Eliminasi
Pertemuan 5:
Menentukan akar SPLDV dengan metode Subtitusi - Eliminasi (Gabungan)

Pertemuan 6:
Membuat model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan SPLDV

Pertemuan 7:
Memecahkan model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan SPLDV.

Pertemuan 8:
Mengerjakan soal ulangan harian terkait dengan KD 2.1
Catatan: (bersifat opsional)
Kemampuan prasyarat yang seharusnya sudah dikuasai siswa sebelum belajar kompetensi dasar ini adalah:
1.    Siswa dapat memecahkan permasalahan persamaan linear satu variabel
2.    Siswa dapat melakukan operasi hitung aljabar
3.    Siswa dapat memecahkan permasalahan pada persamaan garis lurus

2.    Tujuan Afektif : Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa mempunyai karakter:
a.       Dapat dipercaya, diantaranya siswa jujur, mampu mengikuti komitmen, mencoba melakukan tugas yang diberikan, menjadi teman yang baik, dan membantu orang lain.
b.      Bertanggung jawab secara individu, diantaranya siswa menlaksanakan apa yang ditugaskan oleh guru, dapat diandalkan, tidak memberikan alasan yang irasional, atau menyalahkan orang lain atas perbuatannya, aktif dalam memberikan pertanyaan (respon).
c.       Bertanggung jawab secara sosial, diantaranya siswa mengerjakan tugas kelompok untuk kepentingan bersama, secara suka rela membantu teman/guru, dapat menjadi pendengar yang baik serta bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok.
d.      Adil, diantaranya siswa tidak pernah curang, menyontek hasil kerja siswa/kelompok lain, bermain/berbuat berdasarkan aturan.

3.    Tujuan Psikomotor : Dalam mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa mempunyai keterampilan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan    menggunakan konsep SPLDV

E.     MATERI PEMBELAJARAN
Sistem Persamaan Linear Dua Variabel.

F.     MEDIA PEMBELAJARAN
  Macromedia flash

G.    MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Ceramah, tanya jawab, diskusi, dan pemberian tugas.

H.    KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuanke-1 (2 jam pelajaran)
1.      Kegiatan Pendahuluan
a.         Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang diharapkan akan dicapai oleh tiap siswa
b.        Guru menginformasikan proses pembelajaran yang akan dilakukan dengan menggunakan media «media»
c.         Apersepsi: Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan  tanya jawab tentang sistem persamaan satu variabel
2.      Kegiatan inti
a.      Guru menyampaikan dengan singkat tentang pokok-pokok dan apa saja yang dipelajari, meliputi :
1)      Mengingat persamaan linear satu variabel (PLSV).
2)      Mengenal persamaan linear dua variabel (PLDV)
3)      Mengenal sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV).
4)      Menentukan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV)

b.      Guru membagi siswa dalam kelompok heterogen yang terdiri 4 siswa dan setiap anggota kelompok diberi nomor 1 sampai 4
c.       Guru membagikan LKS NHT 1. Dengan tekun siswa mencermati LKS NHT 1, yang telah diterimanya dan mempelajari buku/ sumber informasi yang mendukung
d.      Guru memberikan penjelasan singkat tentang cara mengerjakan LKS NHT 1, siswa memperhatikan dengan tekun dan secara aktif serta kreatif menanyakan informasi yang kurang jelas
e.       Guru mempersilahkan siswa untuk mengerjakan LKS NHT 1 . sesuai dengan petunjuk, guru memberikan motivasi dan bimbingan sepenuhnya, siswa mendiskusikan dengan kelompoknya dan saling menjelaskan jawaban yang dikerjakan pada teman dalam satu kelompok
f.       Guru memanggil salah satu nomor dari suatu kelompok, siswa yang dipanggil nomornya mengerjakan di papan tulis dan menjelaskannya
g.      Guru memberi kesempatan kelompok lain  berpendapat, siswa yang berbeda pendapat menyampaikan pendapatnya.
h.      Guru memanggil nomor lain dari kelompok yang lain berpendapat, siswa yang dipanggil nomornya mengerjakan di papan tulis dan menjelaskannya
i.        Siswa mengerjakan latihan soal secara individu, dan setelah selesai mengerjakan, pekerjaan tersebut didiskusikan pada kelompoknya untuk diberi saran atau masukan
3.      Kegiatan Penutup:
a.       Guru mengarahkan siswa untuk menyimpulkan hasil kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung.
b.      Siswa wakil salah satu kelompok yang ditunjuk secara acak mengomunikasikan pengalamannya  dalam bekerja di kelompok
c.       Guru memberi tugas kepada siswa/PR
Pertemuan ke-2 ( 2 jam pelajaran)
1.      Kegiatan Pendahuluan
a.    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang diharapkan akan dicapai oleh tiap siswa
b.      Guru menginformasikan proses pembelajaran yang akan dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT)
c.    Siswa dan guru membahas penyelesaian materi pekerjaan rumah yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa. 
d.      Apersepsi: Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa secara lisan dengan tanya jawab ( materi terlampir)
e.       Guru mengingatkan pengelompokan siswa seperti pada pertemuan yang lalu.
2.      Kegiatan inti
a.       Guru menyampaikan dengan singkat tentang pokok-pokok dan apa saja yang dipelajari pada materi menentukan KPK dan FPB bentuk aljabar suku tunggal serta bagaimana menyelesaikan operasi hitung perkalian bentuk aljabar.
b.      Guru membagikan LKS NHT 2. Dengan tekun siswa mencermati LKS NHT 2, yang telah diterimanya dan mempelajari buku/ sumber informasi yang mendukung
c.       Guru memberikan penjelasan singkat tentang cara mengerjakan LKS NHT 2, siswa memperhatikan dengan tekun dan secara aktif serta kreatif menanyakan informasi yang kurang jelas
d.      Guru mempersilahkan siswa untuk mengerjakan LKS NHT 2 . sesuai dengan petunjuk, guru memberikan bimbingan sepenuhnya, siswa bekerja sama, saling menghormati pendapat teman dan berpikir logis dalam  berdiskusi membahas LKS NHT 2
e.       Guru mempersilahkan siswa untuk mengerjakan LKS NHT 2 . sesuai dengan petunjuk, guru memberikan motivasi dan bimbingan sepenuhnya, siswa mendiskusikan dengan kelompoknya dan saling menjelaskan jawaban yang dikerjakan pada teman dalam satu kelompok.
f.       Guru memanggil salah satu nomor dari suatu kelompok, siswa yang dipanggil nomornya mengerjakan di papan tulis dan menjelaskannya
g.      Guru memberi kesempatan kelompok lain  berpendapat, siswa yang berbeda pendapat menyampaikan pendapatnya.
h.      Guru memanggil nomor lain dari kelompok yang lain berpendapat, siswa yang dipanggil nomornya mengerjakan di papan tulis dan menjelaskannya
i.        Siswa mengerjakan latihan soal secara individu, dan setelah selesai mengerjakan, pekerjaan tersebut didiskusikan pada kelompoknya untuk diberi saran atau masukan



3.      Kegiatan Penutup:
a.    Guru mengarahkan siswa untuk menyimpulkan hasil kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung.
b.    Guru mengadakan tes (kuiz), siswa mengerjakan soal
c.    Siswa wakil salah satu kelompok yang ditunjuk secara acak mengomunikasikan pengalamannya  dalam bekerja di kelompok
d.    Guru memberi tugas kepada siswa/PR
Pertemuan ke-3 ( 2 jam pelajaran)
1.      Kegiatan Pendahuluan
a.       Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang diharapkan akan dicapai oleh tiap siswa
b.      Guru menginformasikan proses pembelajaran yang akan dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT)
c.    Siswa dan guru membahas penyelesaian materi pekerjaan rumah yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa. 
d.      Apersepsi: Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa secara lisan dengan tanya jawab ( materi terlampir)
e.       Guru mengingatkan pengelompokan siswa seperti pada pertemuan yang lalu.
2.      Kegiatan inti
a.       Guru menyampaikan dengan singkat tentang pokok-pokok dan apa saja yang dipelajari pada materi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar.
b.      Guru membagi siswa dalam kelompok heterogen yang terdiri 4 siswa dan setiap anggota kelompok diberi nomor 1 sampai 4
c.       Guru membagikan LKS NHT 3. Dengan tekun siswa mencermati LKS NHT 3, yang telah diterimanya dan mempelajari buku/ sumber informasi yang mendukung
d.      Guru memberikan penjelasan singkat tentang cara mengerjakan LKS NHT 3, siswa memperhatikan dengan tekun dan secara aktif serta kreatif menanyakan informasi yang kurang jelas
e.       Guru mempersilahkan siswa untuk mengerjakan LKS NHT 3 . sesuai dengan petunjuk, guru memberikan motivasi dan bimbingan sepenuhnya, siswa mendiskusikan dengan kelompoknya dan saling menjelaskan jawaban yang dikerjakan pada teman dalam satu kelompok.
f.       Guru memanggil salah satu nomor dari suatu kelompok, siswa yang dipanggil nomornya mengerjakan di papan tulis dan menjelaskannya
g.      Guru memberi kesempatan kelompok lain  berpendapat, siswa yang berbeda pendapat menyampaikan pendapatnya.
h.      Guru memanggil nomor lain dari kelompok yang lain berpendapat, siswa yang dipanggil nomornya mengerjakan di papan tulis dan menjelaskannya
i.        Siswa mengerjakan latihan soal secara individu, dan setelah selesai mengerjakan, pekerjaan tersebut didiskusikan pada kelompoknya untuk diberi saran atau masukan
3.      Kegiatan Penutup:
a.    Guru mengarahkan siswa untuk menyimpulkan hasil kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung.
b.    Siswa wakil salah satu kelompok yang ditunjuk secara acak mengomunikasikan pengalamannya  dalam bekerja di kelompok
c.     Guru memberi tugas kepada siswa/PR
Pertemuan ke-4 ( 2 jam pelajaran)
1.      Kegiatan Pendahuluan
a.    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang diharapkan akan dicapai oleh tiap siswa
b.      Guru menginformasikan proses pembelajaran yang akan dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT)
c.    Siswa dan guru membahas penyelesaian materi pekerjaan rumah yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa. 
d.      Apersepsi: Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa secara lisan dengan tanya jawab ( materi terlampir)
e.       Guru mengingatkan pengelompokan siswa seperti pada pertemuan yang lalu.
2.      Kegiatan inti
a.         Guru menyampaikan dengan singkat tentang pokok-pokok dan apa saja yang dipelajari pada materi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar.
b.        Guru membagi siswa dalam kelompok heterogen yang terdiri 4 siswa dan setiap anggota kelompok diberi nomor 1 sampai 4
c.         Guru membagikan LKS NHT 4. Dengan tekun siswa mencermati   LKS NHT 4, yang telah diterimanya dan mempelajari buku/ sumber informasi yang mendukung
d.        Guru memberikan penjelasan singkat tentang cara mengerjakan LKS NHT 4, siswa memperhatikan dengan tekun dan secara aktif serta kreatif menanyakan informasi yang kurang jelas
e.         Guru mempersilahkan siswa untuk mengerjakan LKS NHT 4 . sesuai dengan petunjuk, guru memberikan motivasi dan bimbingan sepenuhnya, siswa mendiskusikan dengan kelompoknya dan saling menjelaskan jawaban yang dikerjakan pada teman dalam satu kelompok.
f.         Guru memanggil salah satu nomor dari suatu kelompok, siswa yang dipanggil nomornya mengerjakan di papan tulis dan menjelaskannya
g.        Guru memberi kesempatan kelompok lain  berpendapat, siswa yang berbeda pendapat menyampaikan pendapatnya.
h.      Guru memanggil nomor lain dari kelompok yang lain berpendapat, siswa yang dipanggil nomornya mengerjakan di papan tulis dan menjelaskannya
i.          Siswa mengerjakan latihan soal secara individu, dan setelah selesai mengerjakan, pekerjaan tersebut didiskusikan pada kelompoknya untuk diberi saran atau masukan
3.      Kegiatan Penutup:
a.         Guru mengarahkan siswa untuk menyimpulkan hasil kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung.
b.        Guru mengadakan tes (kuiz), siswa mengerjakan soal
c.         Siswa wakil salah satu kelompok yang ditunjuk secara acak mengomunikasikan pengalamannya  dalam bekerja di kelompok
d.        Guru memberi tugas kepada siswa/PR
Pertemuan ke-5 ( 2 jam pelajaran)
1.      Kegiatan Pendahuluan
a.       Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang diharapkan akan dicapai oleh tiap siswa.
b.      Guru menginformasikan proses pembelajaran yang akan dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT)
c.    Siswa dan guru membahas penyelesaian materi pekerjaan rumah yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa. 
d.      Apersepsi: Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa secara lisan dengan tanya jawab ( materi terlampir)
e.       Guru mengingatkan pengelompokan siswa seperti pada pertemuan yang lalu.
2.      Kegiatan inti
a.       Guru menyampaikan dengan singkat tentang pokok-pokok dan apa saja yang dipelajari pada materi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar.
b.      Guru membagi siswa dalam kelompok heterogen yang terdiri 4 siswa dan setiap anggota kelompok diberi nomor 1 sampai 4
c.       Guru membagikan LKS NHT 5. Dengan tekun siswa mencermati   LKS NHT 5, yang telah diterimanya dan mempelajari buku/ sumber informasi yang mendukung
d.      Guru memberikan penjelasan singkat tentang cara mengerjakan LKS NHT 5, siswa memperhatikan dengan tekun dan secara aktif serta kreatif menanyakan informasi yang kurang jelas
e.       Guru mempersilahkan siswa untuk mengerjakan LKS NHT 5 . sesuai dengan petunjuk, guru memberikan motivasi dan bimbingan sepenuhnya, siswa mendiskusikan dengan kelompoknya dan saling menjelaskan jawaban yang dikerjakan pada teman dalam satu kelompok.
f.       Guru memanggil salah satu nomor dari suatu kelompok, siswa yang dipanggil nomornya mengerjakan di papan tulis dan menjelaskannya
g.      Guru memberi kesempatan kelompok lain  berpendapat, siswa yang berbeda pendapat menyampaikan pendapatnya.
h.      Guru memanggil nomor lain dari kelompok yang lain berpendapat, siswa yang dipanggil nomornya mengerjakan di papan tulis dan menjelaskannya
i.        Siswa mengerjakan latihan soal secara individu, dan setelah selesai mengerjakan, pekerjaan tersebut didiskusikan pada kelompoknya untuk diberi saran atau masukan
3.      Kegiatan Penutup:
a.    Guru mengarahkan siswa untuk menyimpulkan hasil kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung.
b.    Siswa wakil salah satu kelompok yang ditunjuk secara acak mengomunikasikan pengalamannya  dalam bekerja di kelompok
c.     Guru memberi tugas kepada siswa/PR

Pertemuan ke-6 ( 2 jam pelajaran)
1.      Kegiatan Pendahuluan
a.       Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang diharapkan akan dicapai oleh tiap siswa
b.      Guru menginformasikan proses pembelajaran yang akan dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT)
c.    Siswa dan guru membahas penyelesaian materi pekerjaan rumah yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa. 
d.      Apersepsi: Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa secara lisan dengan tanya jawab ( materi terlampir)
e.       Guru mengingatkan pengelompokan siswa seperti pada pertemuan yang lalu.
2.      Kegiatan inti
a.    Guru menyampaikan dengan singkat tentang pokok-pokok dan apa saja yang dipelajari pada materi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar.
b.    Guru membagi siswa dalam kelompok heterogen yang terdiri 4 siswa dan setiap anggota kelompok diberi nomor 1 sampai 4
c.    Guru membagikan LKS NHT 6. Dengan tekun siswa mencermati   LKS NHT 6, yang telah diterimanya dan mempelajari buku/ sumber informasi yang mendukung
d.      Guru memberikan penjelasan singkat tentang cara mengerjakan LKS NHT 6, siswa memperhatikan dengan tekun dan secara aktif serta kreatif menanyakan informasi yang kurang jelas
e.       Guru mempersilahkan siswa untuk mengerjakan LKS NHT 6 . sesuai dengan petunjuk, guru memberikan motivasi dan bimbingan sepenuhnya, siswa mendiskusikan dengan kelompoknya dan saling menjelaskan jawaban yang dikerjakan pada teman dalam satu kelompok.
f.     Guru memanggil salah satu nomor dari suatu kelompok, siswa yang dipanggil nomornya mengerjakan di papan tulis dan menjelaskannya
g.    Guru memberi kesempatan kelompok lain  berpendapat, siswa yang berbeda pendapat menyampaikan pendapatnya.
h.    Guru memanggil nomor lain dari kelompok yang lain berpendapat, siswa yang dipanggil nomornya mengerjakan di papan tulis dan menjelaskannya
i.      Siswa mengerjakan latihan soal secara individu, dan setelah selesai mengerjakan, pekerjaan tersebut didiskusikan pada kelompoknya untuk diberi saran atau masukan
3.         Kegiatan Penutup:
a.    Guru mengarahkan siswa untuk menyimpulkan hasil kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung.
b.    Siswa wakil salah satu kelompok yang ditunjuk secara acak mengomunikasikan pengalamannya  dalam bekerja di kelompok
c.    Guru memberi tugas kepada siswa/PR
Pertemuan ke-7 ( 2 jam pelajaran)
1.      Kegiatan Pendahuluan
a.       Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang diharapkan akan dicapai oleh tiap siswa
b.      Guru menginformasikan proses pembelajaran yang akan dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT)
c.       Siswa dan guru membahas penyelesaian materi pekerjaan rumah yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa. 
d.      Apersepsi: Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa secara lisan dengan tanya jawab ( materi terlampir)
e.       Guru mengingatkan pengelompokan siswa seperti pada pertemuan yang lalu.

2.      Kegiatan inti
a.       Guru menyampaikan dengan singkat tentang pokok-pokok dan apa saja yang dipelajari pada materi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar.
b.      Guru membagi siswa dalam kelompok heterogen yang terdiri 4 siswa dan setiap anggota kelompok diberi nomor 1 sampai 4
c.       Guru membagikan LKS NHT 7. Dengan tekun siswa mencermati   LKS NHT 7, yang telah diterimanya dan mempelajari buku/ sumber informasi yang mendukung
d.      Guru memberikan penjelasan singkat tentang cara mengerjakan LKS NHT 7, siswa memperhatikan dengan tekun dan secara aktif serta kreatif menanyakan informasi yang kurang jelas
e.       Guru mempersilahkan siswa untuk mengerjakan LKS NHT 7 . sesuai dengan petunjuk, guru memberikan motivasi dan bimbingan sepenuhnya, siswa mendiskusikan dengan kelompoknya dan saling menjelaskan jawaban yang dikerjakan pada teman dalam satu kelompok.
f.       Guru memanggil salah satu nomor dari suatu kelompok, siswa yang dipanggil nomornya mengerjakan di papan tulis dan menjelaskannya
g.      Guru memberi kesempatan kelompok lain  berpendapat, siswa yang berbeda pendapat menyampaikan pendapatnya.
h.      Guru memanggil nomor lain dari kelompok yang lain berpendapat, siswa yang dipanggil nomornya mengerjakan di papan tulis dan menjelaskannya
i.        Siswa mengerjakan latihan soal secara individu, dan setelah selesai mengerjakan, pekerjaan tersebut didiskusikan pada kelompoknya untuk diberi saran atau masukan
3.      Kegiatan Penutup:
a.         Guru mengarahkan siswa untuk menyimpulkan hasil kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung.
b.        Siswa wakil salah satu kelompok yang ditunjuk secara acak mengomunikasikan pengalamannya  dalam mengikuti pembelajaran model NHT untuk memahami materi operasi bentuk aljabar
c.         Guru memberi tugas ke.pada siswa/PR
Pertemuan ke-8 ( 2 jam pelajaran)
a.         Siswa mengerjakan uji kompetensi . (soal ulangan terlampir)
b.        Siswa dan guru membahas penyelesaian soal-soal uji kompetensi
I.      PENILAIAN
a.         Teknik Penilaian, Pengamatan, tes tertulis
b.        Prosedur Penilaian:
         Penilaian hasil belajar siswa mencakup penilaian proses dan hasil   akhir belajar
Prosedur Penilaian sebagai berikut
No
Aspek yang dinilai
Teknik Penilaian
Waktu Penilaian
Ket
1
Pemahaman Konsep (tujuan kognitif)
Tes tulis melalui kuiz
Tes tulis melalui Uji Kompetensi

Pertemuan ke-4 Pertemuan ke-8

2
Dapat dipercaya seperti kejujuran mengerjakan ulangan dan adil
( tujuan afektif)
Pengamatan
Pertemuan ke-8

3
Kerjasama, aktif mengajukan ide, aktif bertanya(ketrampilan sosial)
Pengamatan
Pertemuan ke-1 s.d  ke-7

4
Ketrampilan menghitung(tujuan psikomotor)
Tes tulis melalui kuiz
Tes tulis di Uji Kompetensi

Pertemuan ke-4 Pertemuan ke-8

    


J.      ALAT DAN SUMBER BELAJAR
Alat :
·         LKS NHT , Kuiz soal , Latihan soal 
Sumber:
·         Buku Matematika untuk SMP Kelas VII Semester 1, karangan M. Cholik A
·         Buku Matematika Jilid VII, Depdiknas BSE
·         Buku referensi lain

                                                                          Karanganyar, …………
Kepala Sekolah                                                      Guru Mata Pelajaran


…………………..                                            ………………………...
NIP.                                                                       NIP