Daftar Menu


video pembelajaran

Sabtu, 11 Maret 2023

P3_Penggunaan tipe data dan operator dalam program Delphi 7.0

 1)   Dasar teori

a)   Tipe Data

 Data yang diolah program aplikasi mempunyai tipe tertentu. Antara data yang satu dengan yang lainnya mungkin perlu dibedakan tipenya. Hal ini berkaitan erat dengan operasi-operasi tertentu yang dikenakan kepadanya, dan ukuran media penyimpanan atau memori yang dibutuhkan, serta terkait juga dengan ketelitian perhitungan. Oleh karena itu pemilihan tipe data sangat penting untuk dilakukan, supaya kita dapat menggunakan tipe data yang sesuai dengan memori yang sedikit dan tingkat ketelitian (presisi) sesuai kebutuhan. Pada dasarnya telah disediakan tipe-tipe data dasar (built-in type) yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh pemrogram, tetapi seringkali tipe-tipe data dasar tersebut belum mencukupi untuk dipakai dalam penyelesaian kasus tertentu. Oleh karena itu diberikan kebebasan kepada pemrogram agar dapat menciptakan suatu tipe data baru (user-defined type) yaitu dengan perintah type.

 (1)   Tipe Integer

Tipe data integer digunakan untuk bilangan bulat atau bilangan yang tidak memiliki angka desimal. Tipe data integer memiliki beberapa tipe yang tergantung pada rentang nilai (jangkauan) dan ukuran penggunaan memori seperti pada tabel 3.1.

Tabel 3.1 Macam-macam Tipe Data Integer

Tipe Data

Jangkauan

Ukuran

Byte

0 – 255

1 Byte

ShortInt

-128 – 127

1 Byte

Word

0 – 65535

2 Byte

SmallInt

-32768 – 32767

2 Byte

Integer

-2147483648 – 2147483647

4 Byte

Cardinal

0 – 4294967295

4 Byte

LongInt

-2147483648 – 2147483647

4 Byte

LongWord

0 – 4294967295

4 Byte

Int64

-2^63 – 2^63-1

8 Byte

(2)   Tipe Real

Tipe data real digunakan untuk bilangan yang memiliki angka desimal. Tipe data real memiliki seperti pada tabel 3.2 memiliki beberapa tipe yang tergantung pada rentang nilai (jangkauan) dan ukuran penggunaan memori.

Tabel 3.2 Tipe Data real

Tipe Data

Jangkauan

Ukuran

Significant

Real

5.0 x 10^-324 .. 1.7 x 10^308

8 Byte

15-16 digit

Real48

2.9 x 10^-39 .. 1.7 x 10^38

6 Byte

11-12 digit

Single

1.5 x 10^-45 .. 3.4 x 10^38

4 Byte

7-8 digit

Double

5.0 x 10^-324 .. 1.7 x 10^308

8 Byte

15-16 digit

Extended

3.6 x 10^-4951 .. 1.1 x 10^4932

10 Byte

19-20 digit

Comp

-2^63+1 .. 2^63 -1

8 Byte

19-20 digit

Currency

-922337203685477.5808 .. 922337203685477.5807

8 Byte

19-20 digit

(3)   Tipe Boolean

Tipe data boolean digunakan untuk data logika yang hanya berisi True (Benar) dan False (Salah). Ada tiga tipe data boolean yang dapat digunakan seperti pada tabel 3.3 antara lain:

Tabel 3.3 Tipe Data Boolean

Tipe Data

Ukuran

ByteBool/Boolean

1 Byte

WordBool

2 Byte

LongBool

4 Byte

Variabel tipe data boolean dapat menerima penggunaan operator logika AND, OR, dan NOT.

(4)   Tipe Character

Tipe data character digunakan untuk menyatakan karakter dengan hanya satu karakter, dan terdiri dari tiga tipe seperti pada tabel 3.4 yaitu:

Tabel 3.4 Tipe Data Character

Tipe Data

Ukuran

Keterangan

Char

1 Byte

1 karakter ANSI

AnsiChar

1 Byte

1 karakter ANSI

WideChar

2 Byte

1 karakter Unicode

 

 

(5)   Tipe String

Tipe data string digunakan untuk menyatakan sederetan karakter, misalnya nama, alamat, kota dan lain-lain. Adapun tipe-tipe dari data string seperti pada tabel 3.5 yaitu:

Tabel 3.5. Tipe Data String

Tipe Data

Jumlah Maksimum

Ukuran

String

256 karakter

2 – 256 Byte

ShortString

256 karakter

2 – 256 Byte

AnsiString

231 karakter

4 Byte – 2 GB

WideString

230 karakter

4 Byte – 2 GB

 

(1)   Tipe Array

Array adalah suatu variabel tunggal yang digunakan untuk menyimpan sekumpulan data yang sejenis. Anda dapat menyalin array hanya dengan sebuah nama. Dalam tipe data array digunakan nomor elemen (index) pada nama array. Lihat contoh dibawah ini.

Var

  Hari : Array [1..7] of  String;

Begin

              Hari [1] : = ‘Senin’;

  ……………

  ……………

  Hari [7] : = ‘Minggu’;

End;

(2)   Tipe Terbilang dan Subrange

Tipe data terbilang (enumerated) dan subrange digunakan untuk menyatakan data berurutan yang bertipe sama. Tipe subrange adalah range dari nilai-nilai tertentu, yang mempunyai nilai terkecil dan nilai terbesar. Lihat contoh dibawah ini.

Type  Bulan = 1..12;

Hari = (Senin,Selasa,Rabu,Kamis,Jumat,Sabtu,Minggu);

Var

Nhari : Hari;

Nbulan : Bulan;

(3)   Tipe Himpunan

Tipe himpunan atau set digunakan untuk menyimpan kumpulan nilai, dimana setiap anggota himpunan mempunyai tipe yang sama. Perhatikan contoh dibawah ini.

Type                                                                         atau                        Type

HimBulan = 1..12;                                                       Bulan = Set of 1..12;

Bulan = Set of HimBulan;

Var

Bln1, Bln2 : Bulan;

Begin

Bln1 := [1,2,3,4,5,6];

Bln2 := [7,8,9,10,11,12];

 

(4)   Tipe Record

Tipe data record digunakan untuk menyimpan sekumpulan data yang terdiri dari elemen-elemen atau field yang saling berhubungan. Elemen-elemen record dapat mempunyai tipe yang sama atau berbeda. Misalnya tipe data record yang digunakan untuk menampung data barang terdiri dari kode, nama, dan harga barang. Kode dan nama dapat dipilih dari tipe data String, sedangkan harga barang dapat dipilih dari tipe data Real. Lihat contoh dibawah ini.

Type

DataBrg = Record;

Kode : String;

Nama : String;

Harga : Real;

end;

Var

RecBrg : DataBrg;

arRecBrg : Array[1..100] of DataBrg;

(5)   Tipe Variant

Tipe variant adalah data yang tipenya tidak dapat ditentukan pada saat kompilasi, karena tipe variant dapat berubah-ubah saat aplikasi dijalankan. Contoh:

Var

V1, V2, V3 : Variant;

Begin

V1 := ‘ Komputer’;              {berisi variant data string}

V2 := 7;                {berisi variant data integer}

V3 := True;                                           {berisi variant data boolean}

 

Variant dapat diisi dengan semua tipe data yang sederhana, seperti integer, real, string, boolean dan lain-lain. Variant dapat dipakai dengan menggunakan operator +, =, *, /, div, mod, shl, shr, and, or, xor, not, =, <>, <, >, <= dan >=.  Contoh:

Var

       V1,V2,V3 : Variant;

Begin

       V1 :=  ‘1000’;

       V2 :=  ‘2000’;

       V3 :=  ‘3000’;

       V1 := V1+V2+V3;

End;

b)   Operator

Dalam melaksanakan proses pengolahan data, Delphi menyediakan berbagai operator dengan hirarki atau urutan proses pelaksanaan yang berbeda untuk beberapa operator yang dilibatkan dalam suatu proses. Tabel 3.6 merupakan hirarki operator yang dimiliki Delphi.

Tabel 3.6 Hirarki Operator pada Delphi

Urutan

Operator

1

@, not

2

*, /, div, mod, and, shl, shr, as

3

+, -, or, xor

4

=, <,>, <=, >=, <>, in, is

 

(1)   Operator Pemberian

Operator pemberian (assignment) adalah operator yang dituliskan dengan notasi “:=” (titik dua sama dengan) dan berfungsi untuk memasukkan atau memberikan suatu nilai atau data ke dalam sebuah variabel, dengan sintaks sebagai berikut :

Nama_Variabel := Ekspresi ;

 (2)   Operator Aritmatika

Berikut ini tabel 3.7 merupakan operator aritmatika yang dapat digunakan untuk mengerjakan proses operasi aritmatika.

Tabel 3.7 Operator Aritmatika

Operator

Fungsi

Tipe yang

Diperoses

Hasil Proses

*

Perkalian

Integer, Real

Integer, Real

/

Pembagian real

Integer, Real

Integer, Real

+

Penjumlahan

Integer, Real

Integer, Real

-

Pengurangan

Integer, Real

Integer, Real

Div

Pembagian integer

Integer

Integer

Mod

Sisa hasil pembagian

Integer

Integer

 Contoh :

Angka1 : = 15 * 2;                        {Hasil 30}

Angka2 : = 18 / 2;                         {Hasil 9}

Angka3 : = 5 + 2;                           {Hasil 7}

Angka4 : = 5 – 2;                           {Hasil 3}

Angka5 : = 10 Div 3;    {Hasil 3}

Angka6 : = 10 mod 3;  {Hasil 1}

 

Hasil pengerjaan 10 div 3 menghasilkan nilai 3 dengan pembulatan ke bawah, dan 10 mod 3 menghasilkan nilai 1 karena sisanya 1. Sedangkan untuk operasi perpangkatan, Anda dapat menggunakan rumus sebagai berikut :

           Ab = exp ( b * Ln (A))

Contoh :

Angka1 : = 5;

Angka2 : = 2;

Hasil1 : = exp (Angka1 * Ln (Angka2));   {Hasil 32 dari 25}

Hasil2 : = exp (Angka2 * Ln (Angka1));   {Hasil 25 dari 52}

 

(3)   Operator Relasi

Operator relasi berfungsi untuk membandingkan suatu nilai (ekspresi) dengan nilai (ekspresi) yang lain dan menghasilkan suatu nilai logika (boolean) yaitu True atau False. Kedua nilai yang dibandingkan harus memiliki tipe data yang sama. Tabel 3.8 merupakan operator relasi yang disediakan oleh Delphi.

Tabel 3.8 Operator Relasi pada Delphi

Operator

Operasi

Tipe Hasil Proses

=

Sama dengan

Boolean

<> 

Tidak sama dengan

Boolean

< 

Lebih kecil

Boolean

> 

Lebih besar

Boolean

<=

Lebih kecil atau sama dengan

Boolean

>=

Lebih besar atau sama dengan

Boolean

 

(4)   Operator Logika

Operator logika dibagi menjadi dua kelompok : Operator bit dan operator boolean. Operator bit berhubungan dengan pergeseran atau pembandingan pada level bit. Operator boolean digunakan untuk menyatakan satu atau lebih data atau ekspresi logika yang akan menghasilkan nilai logika (boolean) yang baru True atau False seperti pada tabel 3.9.

Tabel 3.9 Macam-Macam Operator Logika

Operator

Keterangan

Tipe Data

Tipe Hasil

And

Dan

Integer

Boolean

Or

Atau

Integer

Boolean

Not

Tidak

Integer

Boolean

Xor

Exclusive Or

Integer

Boolean

Shl

Geser ke kiri

Integer

Boolean

Shr

Geser ke kanan

Integer

Boolean

(5)   Operator Boolean

Operator boolean selalu memberikan hasil true atau false seperti pada tabel 3.10, sedangkan operasi bit melakukan operasi bit per bit pada nilai tipe integer.

Tabel 3.10 Operator Boolean

Operator

Keterangan

Tipe Data

Tipe Hasil

And

Dan

Booloean

Booloean

Or

Atau

Booloean

Booloean

Not

Tidak

Booloean

Booloean

Xor

Exclusive Or

Booloean

Booloean

 

Operator logika And hanya akan menghasilkan nilai True jika semua ekspresi yang menggunakan operator And bernilai True. Apabila ada satu ekspresi yang bernilai False maka operator logika And akan menghasilkan nilai False

Contoh :

X : = (21 > 9) And (19 < 71);             {Hasil X = True}

X : = (21 < 9) And (19 < 71);             {Hasil X = False}

X : = (21 > 9) And (19 > 71);             {Hasil X = False}

Operator logika Or akan menghasilkan nilai True jika salah satu dari seluruh ekspresi yang menggunakan operator Or bernilai True. Operator Or hanya akan bernilai False jika semua ekspresi yang menggunakan operator Or bernilai False.

Contoh :

X : = (21 > 9) Or (19 < 71);                {Hasil X = True}

X : = (21 < 9) Or (19 < 71);                {Hasil X = True}

X : = (21 < 9) Or (19 > 71);                {Hasil X = False}

Operator logika Not merupakan operator yang menyatakan kondisi kebalikan dari suatu ekspresi.

Contoh :

X : = Not (21 > 9)                 {Hasil X = False}

X : = Not (21 < 9)                 {Hasil X = True}

X : = Not (21 = 9)                 {Hasil X = True}

Operator logika Xor akan menghasilkan nilai True jika ekspresi yang terletak di kiri operator Xor berbeda dengan ekspresi sebelah kanannya. Operator Xor hampir memiliki fungsi yang sama dengan operator tidak sama dengan.

Contoh :

X : = (9 < 21) Xor (19 < 71);              {Hasil X = False}

X : = (9 > 21) Xor (19 > 71);              {Hasil X = False}

X : = (9 < 21) Xor (19 > 71);              {Hasil X = True}

X : = (9 > 21) Xor (19 < 71);              {Hasil X = True}

2)  Praktikum

a)  Komponen Pada Form

Buatlah sebuah program aplikasi segiempat untuk menghitung luas dan keliling persegi panjang dengan input panjang dan lebar. Tampilan di layar misalnya seperti gambar 3.1 berikut:

Gambar 3.1 Komponen dalam Form Delphi

Berdasarkan rancangan tampilan di atas, maka dibutuhkan empat komponen Label dan Edit, serta tiga komponen Button seperti pada gambar 3.2.

Gambar 3.2 Komponen Label, Edit, dan Button

Setelah komponen ditambahkan sesuai kebutuhan, maka langkah selanjutnya dilakukan merubah atau mengganti nilai properti dari komponen tersebut. Untuk merubah nilai properti komponen dapat dilakukan secara langsung setelah satu komponen ditambahkan atau setelah semua komponen ditambahkan. Biasanya tidak semua properti komponen dirubah nilainya, tetapi hanya beberapa saja.

Ubahlah properti setiap komponen yang ada seperti pada tabel 3.11 berikut:

Tabel 3.11 Komponen Aplikasi Segi Empat

Komponen

Properti

Value

Form1

Caption

PROGRAM APLIKASI SEGIEMPAT

Height

300

Name

Frmkasus1

Width

456

Label1

Caption

PANJANG

Name

Label1

Label2

Caption

LEBAR

Name

Label2

Label3

Caption

LUAS

Name

Label3

Label4

Caption

KELILING

Name

Label4

Edit1

Text

Kosongkan

Name

Edit1

Edit2

Text

Kosongkan

Name

Edit2

Edit3

Text

Kosongkan

Name

Edit3

Edit4

Text

Kosongkan

Name

Edit4

Button1

Caption

INPUT

Name

Button1

Button2

Caption

HITUNG

Name

Button2

Button3

Caption

CLOSE

Name

Button3

 

a)      Menulis Kode Program

Kode program adalah sederetan pernyataan-pernyataan atau instruksi-instruksi untuk mengerjakan sesuatu, dan ditulis dalam code editor atau unit, tepatnya pada bagian event procedure. Kode program ini akan dikerjakan bila terjadi suatu event terhadap komponen. Misal bila di-klik Button1 maka dikerjakan kode program event procedure Button1Click.

Untuk membuka event procedure ini lakukan langkah-langkah sebagai berikut :

(1)   Aktifkan komponen Button1

(2)   Klik tab events pada jendela Object Inspector (gambar 3.3)

Gambar 3.3 Tampilan Jendela Object Inspector

(3)   Klik event OnClick, lalu double klik pada kolom kosong sebelah kanan. Kemudian tambahkan kode berikut ini

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);

begin

edit1.Text:='';

edit2.Text:='';

edit3.Text:='';

edit4.Text:='';

edit1.SetFocus;

end;

(4)   Pada button 2 dan button 3 tambahkan kode berikut. Cara menambahkan sama dengan button 1

procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject);

Var panjang, lebar, luas, keliling : Real;

begin

panjang := StrToFloat(edit1.Text);

lebar := StrToFloat(edit2.Text);

luas := panjang * lebar;

keliling := 2 * (panjang + lebar);

edit3.Text := FloatToStr(luas);

edit4.Text := FloatToStr(keliling);

end;

procedure TForm1.Button3Click(Sender: TObject);

begin

Application.Terminate;

         end;

 

Video pembelajaran pembuatan program luas persegi panjang dengan Delphi 7.0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Meninggalkan Pesan