Custom Search

Anda kesulitan Olah data?

Kamis, 01 Maret 2012

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT UNTUK MENINGKATKAN ETIKA DAN MOTIVASI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT UNTUK MENINGKATKAN ETIKA DAN MOTIVASI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA


A. Pendahuluan.
Dunia Pendidikan diharapkan dapat membentuk manusia yang berpikir kritis, kreatif, inovatif, produktif, bertanggung jawab,dan berkepribadian yang baik. Pada dasarnya pendidikan adalah suatu lembaga atau instansi pemerintahan yang berusaha untuk mengajar dan mendidik anak-anak bangsa untuk menjadi orang dewasa yang cerdas dan berkepribadian luhur. Sebagaimana cita-cita bangsa kita yang tertuang dalam alinea ke empat UUD 1945. Pendidikan sangat dibutuhkan masyarakat kita, baik dari kalangan ekonomi tinggi maupun rendah. Dengan pendidikan, masyarakat akan mendapatkan ilmu dan pengalaman sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat Indonesia.
Namun demikian, kenyataan menunjukkan mutu pendidikan di Indonesia sampai saat ini masih rendah. Menurut Jusuf Kalla seperti yang dilansir Apakabar.ws tanggal 24 April 2009, dilihat dari peringkat Negara, kualitas pendidikan Indonesia berada pada urutan ke-160 dunia dan urutan ke-16 di Asia. Bahkan secara rata-rata, Indonesia masih berada di bawah Vietnam.(Sumber: www.topix.com/forum/world/malaysia/)
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit untuk dipelajari. Hal ini tejadi karena matematika memiliki banyak symbol, variabel-variabel, dan istilah-istilah yang ada dalam model matematika. Sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) merupakan salah satu pokok bahasan matematika di SMP yang dianggap sulit bagi siswa untuk dipelajari. Pada umumnya siswa mengalami kesulitan dalam menentukan nilai dari variabel-variabel yang ada dalam persamaan SPLDV. Selain itu siswa juga kesulitan dalam menyelsaikan soal cerita dalam SPLDV, karena siswa harus mengkontruksi soal ke dalam model matematika yaitu persamaan linear dua variabel.
Pembelajaran konvensional saat ini dirasa kurang efektif untuk dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, khususnya mata pelajaran matematika. Oleh karena itu, guru hendaknya membawa siswa ke dalam pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan memanfaatkan media pembelajaran agar siswa dapat belajar secara maksimal. Sehingga siswa akan lebih menghormati guru dan termotivasi untuk belajar matematika. Pembelajaran dengan media berbasis ICT dirasa dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar matematika
B. Pembahasan.
Pembelajaran matematika sering dianggap sebagai “momok” untuk para siswa sehingga tidak jarang siswa menganggap matematika itu susah dan berakibat malas dalam belajar. Menurut Adika dwi septi aji siswa SMP Muh 4 Surakarta ketika diberi pertanyaan tentang matematika, menyatakan bahwa “mendengar kata matematika sudah pusing, apalagi mengerjakan soal yang berhubungan matematika”.
Sejalan perkembangan jaman yang semakin bebas membuat sikap siswa semakin tidak mempunyai etika, siswa semakin tidak menggargai guru, siswa semakin tidak menghargai sesama siswa. Hal ini terlihat dalam sikap, perilaku dan cara siswa dalam pergaulan baik dalam lingkungan sekolah, ataupun lingkungan masyarakat.
Untuk menyikapi masalah tersebut, pembelajaran matematika harus disusun supaya dapat meningkatkan etika dan motivasi dalam pembelajaran matematika. Dalam menyusun pembelajaran harus memperhatikan kondisi siswa dan kondisi sekolahan. Misalnya pembelajaran matematika dengan menggunakan media pembelajaran yang berbasis ICT yang dibuat sedemikian sehingga dapat meningkatkan aspek etika dan motivasi dalam pembelajaran matematika.
Pembelajaran berbasis ICT berbeda dengan pembelajaran konvensional. Pada pembelajaran ini guru menyajikan materi dengan memanfaatkan media komputer/ laptop dan LCD. Pokok bahasan SPLDV juga dapat disampaikan dengan pembelajaran ICT. Guru dapat menggunakan Microsoft Power point untuk menyajikan materi SPLDV kepada siswa, guru dapat memanfaatkan animasi-animasi yang ada dalam program Microsoft Power Point untuk menarik perhatian siswa.
Pemilihan progam Microsoft Power Point dalam pembelajaran materi SPLDV ini diharapkan siswa merasa termotivasi untuk mempelajari matematika. Dalam materi SPLDV guru dapat memanfaatkan animasi-animasi yang ada dalam program Microsoft Power Point untuk menampilkan variabel-variabel yang ada dalam persamaan linear. Dengan demikian siswa lebih paham mengenai penentuan variabel x dan y serta menentukan himpunan penyelesaiannya. Dalam menerapkan program Microsoft Power Point ini guru juga dapat menyisipkan video atau foto untuk memperjelas konsep dari materi yang dipelajari, sehingga siswa tidak cepat bosan.
Dengan Media Power point guru dapat menyampaikan materi pelajaran menjadi lebih menarik, sehingga siswa lebih paham dan menguasai materi. Selain itu, siswa cenderung tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran yang ada dikelas.
Menurut Yuk dalam penelitian Budi Murtiyasa (2008:4) mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika menyebutkan kekuatan TIK (power of ICT) telah mendorong para insan pendidikan untuk memanfaatkannya dalam bidang pendidikan. Kekuatan TIK telah mendorong terjadinya perubahan dalam kurikulum, yang meliputi perubahan tujuan dan isi, aktivitas belajar, latihan dan penilaian, hasil akhir belajar, serta nilai tambah yang positif. Sedangkan menurut Budi Murtiyasa (2008:15) salah satu daya matematika, yaitu pembentukan sifat positif terhadap matematika akan dapat dicapai dalam belajar matematika yang difasilitasi TIK.
Menurut Tia fitriani dalam makalahnya, Moral (Bahasa Latin Moralitas) adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang mempunyai nilai positif. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya.
Disisi lain orang yang memahami dan berprilaku sesuai dengan ajaran moral berarti orang itu beretika tinggi. Orang yang beretika tinggi dapat dikatakan orang itu bermoral tinggi begitu pula sebaliknya. Sumber: www.smanichibangli.sch.id/component/option,com...5/.../view,category
Media power point yang menyajikan suatu gambar, animasi, atau video yang menampilkan sikap belajar siswa yang baik dalam proses belajar secara tidak langsung akan merangsang perasaan siswa untuk lebih paham bagaimana proses belajar yang baik, baik dalam dalam sikap, tindakan ,dan interaksi dalam proses pembelajaran.
Media pembelajaran baik berupa gambar, tulisan, video, email merupakan suatu perantara yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, minat, dan dapat membawa perubahan yang signifikan dalam hasil akhir belajar, serta nilai tambah yang positif. Dengan kata lain, media pembelajaran berbasis ICT secara tidak langsung dapat meningkatkan etika belajar siswa.
Keberhasilan proses belajar mengajar dapat dilihat dari prestasi belajar siswa. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa antara lain sikap belajar siswa, motivasi belajar, media pembelajaran yang digunakan oleh guru. Menurut Reza dalam blognya (2007) menyatakan bahwa dengan menggunakan komputer dalam proses belajar dapat meningkatkan hasil belajar dengan penggunaan waktu dan biaya yang relatif kecil. Sehingga dapat digambarkan sebagai berikut :


C. Upaya Peningkatan Etika, Motivasi, dan Prestasi Belajar Siswa
Dalam mengatasi permasalahan yang diperoleh di sekolahan, pemakalah membuat perencanaan pembelajaran dengan media ICT yang diharapkan dapat meningkatan motivasi dan etika belajar siswa. Hal-hal yang dapat dilakukan antara lain :
1) Pembelajaran terpusat pada siswa, sehingga siswa tidak pasif.
2) Pembelajaran disampaikan dengan memanfaatkan media pembelajaran dalam hal ini memanfaatkan media pembelajaran berbasis ICT.
3) Tindakan pembelajaran untuk meningkatkan etika adalah a). Membangun hubungan baik, b). Mendesain kegiatan pembelajaran dengan tanya jawab, c). Membimbing siswa untuk menyampaikan ide di depan kelas, d). Merespon setiap pendapat atau perilaku siswa dan lain-lain.
4) Tindakan pembelajaran untuk meningkatkan motivasi adalah a). Membimbing siswa untuk mengemukakan pendapat, b). Mendesain proses pembelajaran yang efektif, menarik, dan menyenangkan , c). Memberikan tugas dengan petunjuk yang jelas dan bimbingan.

Upaya peningkatan etika dan motivasi siswa, untuk proses awal dilakukan sebanyak tiga putaran. Antara putaran diberi selang 1 minggu supaya ada variasi dalam pembelajaran sehingga siswa tidak merasa bosan. Adapun rinciannya sebagai berikut:
1. Putaran I
Dalam pembelajaran ini guru akan menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berbasis ICT,yaitu dengan memanfaatkan Microsoft power point sebagai media presentasi. Guru mengawali proses pembelajaran dengan menampilkan video etika belajar dalam durasi pendek dan memberi sedikit wawasan tentang etika dan perilaku yang luhur, setelah itu guru mengadakan diskusi kelas untuk mengetahui respon siswa terhadap video tersebut. Setelah itu, guru menerangkan materi dengan menggunakan Microsoft power point. Guru berusaha untuk meningkatkan motivasi siswa dengan memanfaatkan video peningkatan etika dan animasi-animasi yang ada dalam Microsoft power point untuk memperjelas masukan yang diberikan guru mengenai masalah etika dan agama.
Diakhir kegiatan guru memberikan latihan soal untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Guru memberikan tugas individu untuk memotivasi siswa agar mau untuk mempelajari kembali materi yang telah dipelajari.

2. Putaran II
Berdasarkan hasil kolaborasi, disusun untuk putaran II ini adalah sebagai berikut :
a) Siswa akan diberi pekerjaan rumah supaya siswa belajar dirumah pada malam hari untuk mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan dan menyiapkan buku pelajaran pada saat pelajaran akan dimulai.
b) Diawal pembelajaran guru akan memeriksa tugas yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya.
c) Guru akan membuat suasana kelas lebih menyenangkan dan menggunakan animasi-animasi yang lebih menarik agar siswa lebih bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar, selain itu guru akan memberikan penghargaan atas keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran agar siswa termotivasi untuk belajar.
d) Guru akan memberi pengarahan dan sedikit ceramah tentang agama dan sikap baik kepada siswa agar selalu menjaga etika mereka baik di dalam maupun di luar sekolah, selain itu guru juga akan menjaga etikanya baik disaat mengajar maupun diluar sekolah.
e) Guru harus mampu mengendalikan kelas dan lebih meningkatkan bimbingan, perhatian serta lebih memotivasi siswa agar mau belajar mandiri di rumah atau membentuk kelompok belajar bersama teman-teman lainnya.
f) Guru tidak akan memainkan Handphone disaat mengajar.
3. Putaran III
Berdasarkan hasil kolaborasi, disusun untuk putaran III ini adalah sebagai berikut :
a) Pembelajaran harus lebih berpusat pada siswa, sehingga guru bertindak sebagai fasilitator dan motivator bagi siswa.
b) Guru akan membuat suasana kelas lebih menyenangkan dan menggunakan animasi-animasi yang lebih menarik agar siswa lebih bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar, selain itu guru akan memberikan penghargaan atas keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran agar siswa termotivasi untuk belajar.
c) Guru akan memberi pengarahan dan sedikit ceramah tentang agama dan sikap baik kepada siswa agar selalu menjaga etika mereka baik di dalam maupun di luar sekolah, selain itu guru juga akan menjaga etikanya baik disaat mengajar maupun diluar sekolah.
d) Guru harus mampu mengendalikan kelas dan lebih meningkatkan bimbingan, perhatian serta lebih memotivasi siswa agar mau belajar mandiri di rumah atau membentuk kelompok belajar bersama teman-teman lainnya.
e) Guru akan membuat suasana pembelajaran menjadi lebih nyaman dan lebih sering memotivasi siswa agar mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan dikelas.
f) Guru akan memvariasikan soal-soal latihan agar siswa termotivasi untuk belajar matematika.
g) Guru akan memperlakukan siswa dengan penuh kasih sayang seperti anaknya sendiri, dan selalu menasehati siswa untuk menjauhi perbuatan tercela.

D. Teknik Pengumpulan Data
Sumber data yang utama adalah peneliti yang melakukan tindakan dan siswa menerima tindakan, serta sumber data berupa dokumentasi. Pengambilan data yang dilakukan dengan tes, observasi, angket, dokumentasi, dan catatan lapangan.
1. Metode Pokok
Metode pokok adalah metode utama yang digunakan dalam pengumpulan data yang kemudian diolah dan dianalisis. Metode pokok dalam penelitian ini adalah tes dan observasi.
a. Metode Tes
Tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan (Suharsimi Arikunto, 2007: 53).
Metode tes digunakan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar setelah dikenai tindakan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tes hasil belajar jenis tes formatif bentuk essay. Tes formatif mengukur tingkat penguasaan siswa dan posisinya baik antar teman sekelas maupun dalam penguasan materi. Hasil tes formatif digunakan untuk perbaikan program atau proses pembelajaran.

b. Metode Angket
Iskandar (2008:77) mengemukakan bahawa ”Angket adalah seperangkat pertanyaan yang disusun secara logis, sistematis tentang konsep yang menerangkan variabel-variabel yang diteliti”. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2007:28) mengemukakan bahwa “Angket adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur (responden)”. Angket berupa pilihan ganda yang berjumlah 20 soal untuk angket motivasi belajar siswa.

c. Metode Observasi
Observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian kualitatif.
Adapun manfaat dari observasi adalah sebagai berikut :
a) Peneliti lebih mampu memahami konteks data dalam keseluruhan situasi sosial.
b) Peneliti akan memperoleh pengalaman langsung.
c) Peneliti akan memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
d) Peneliti akan mendapatkan data-data baru.
2. Metode Bantu
Metode bantu dalam penelitian ini adalah catatan lapangan dan dokumentasi.
a. Catatan lapangan
Catatan lapangan menurut Bogdan dan Biklen dalam Lexy.J.Moleong ( 2006:209 ) adalah catatan tertulis tentang apa yang didengar, dilihat, dialami, dan dipikirkan dalam rangka pengumpulan data dan refleksi terhadap data dalam penelitian kualitatif.
Model catatan lapangan yang dipakai oleh peneliti adalah pengamatan yang berupa pernyataan tentang semua penelitian. Setiap catatan pengamatan memuat catatan pengalaman terhadap peristiwa-peristiwa penting dalam proses pembelajaran yang tidak terungkap dalam observasi. Kegiatan ini dilakukan oleh peneliti dan guru matematika.

b. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen baik dokumen tertulis, gambar, maupun elektronik. Dokumen-dokumen yang dihimpun dipilih sesuai dengan tujuan dan fokus masalah ( Nana Syaodih Sukmadinata, 2009:221-222). Dalam penelitian ini dokumentasi digunakan untuk memperoleh data-data berupa data sekolah, nama siswa , dan foto proses tindakan penelitian.
Setelah siswa diberikan tindakan pada putaran I, II, dan III, Hasil siswa tersebut dapat digambarkan dalam sebuah tabel sebagai berikut:

Etika Dan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Surakarta Sebelum Dan Setelah diberi perlakuan


Dari tabel diatas dapat kita lihat, peningkatan yang disebabkan adanya pembelajaran menggunakan media powerpoint yang menarik dan memuat animasi-animasi serta video-video yang dapat meningkatkan etika belajar siswa. Media pembelajaran dapat bermanfaat untuk memperjelas konsep penyelesaian masalah SPLDV secara real/nyata. sehingga siswa lebih mudah dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan SPLDV dan siswa tersebut lebih termotivasi untuk mencoba masalah-masalah yang berbeda. Akibatnya siswa yang mempunyai motivasi belajar tersebut akan lebih serius dalam PBM serta akan berperilaku yang baik. Dengan adanya motivasi belajar dan perilaku yang baik dalam PBM akan membawa siswa ke dalam prestasi yang lebih baik. Adapun peningkatannya :
1. Peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika pada materi system persamaan linear dua variabel dapat dilihat dari beberapa indikator
Proses pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berbasis ICT yang memanfaatkan media Microsoft power point sebagai media presentasi, dapat meningkatkan motivasi belajar siswa khususnya pada materi system persamaan linear dua variabel. Maka hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran sebagai alat bantu untuk menyampaikan materi ajar perlu digunakan bagi guru agar siswa lebih mudah untuk memahami konsep dari materi ajar terutama untuk materi yang bersifat abstrak. Dalam Microsoft power point ini guru dapat memanfaatkan berbagai animasi-animasi yang dapat dimanfaatkan untuk memperjelas suatu konsep, kreatifitas guru sangat dibutuhkan untuk menarik perhatian siswa sehingga siswa termotivasi untuk belajar matematika.

2. Peningkatan etika siswa dalam pembelajaran matematika pada materi system persamaan linear dua variabel dapat dilihat dari beberapa indikator
Dengan menggunakan media pembelajaran berbasis ICT yang memanfaatkan media Microsoft power point dalam pembelajaran dapat meningkatkan etika siswa. Dengan memanfaatkan media Microsoft power point ini guru dapat menampilkan video, foto, atau musik yang dapat membantu usaha peningkatan etika siswa. Dalam hal ini guru menampilkan beberapa video etika belajar dan mengajak siswa untuk berdiskusi mengenai hal tersebut. Dengan menampilkan video etika belajar, siswa dapat mengetahui manakah sikap belajar yang seharusnya siswa contoh dan mana yang seharusnya dihindari. Adanya kegiatan diskusi mengenai etika dan penayangan video etika ini, dengan sendirinya akan tertanam sikap-sikap positif dalam diri siswa. Kemampuan beretorika guru dalam menasehati siswa dengan penuh perhatian dan kasih sayang untuk menanamkan etika yang baik didalam diri siswa juga mendukung peningkatan etika belajar siswa.

3. Peningkatan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika pada materi system persamaan linear dua variabel dapat dilihat dari beberapa indikator
Penggunaan media pembelajaran bebasis ICT yang memanfaatkan Microsoft power point sebagai media presentasi dalam menyampaikan materi ajar sangat membantu dalam usaha peningkatan prestasi belajar matematika siswa. Dengan memanfaatkan media Microsoft power point guru dapat menggunakan animasi-animasi yang menarik sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Suasana pembelajaran yang komunikatif juga mendukung usaha peningkatan prestasi belajar. Guru juga memberikan penghargaan kepada siswa yang mau mengerjakan latihan soal di depan kelas, hal ini membuat siswa termotivasi untuk mengerjakan latihan soal yang diberikan oleh guru.

E. Penutup
Proses pembelajaran matematika yang dilakukan guru melalui pemanfaatan media pembelajaran berbasis ICT. Adapun prosesnya yaitu guru memulai pembelajaran dengan mengucap salam, yang dilajutkan dengan membahas PR dan menyampaikan tujuan pembelajaran dari materi yang akan dipelajari. Pada awal kegiatan inti guru menampilkan video etika belajar dalam durasi pendek lalu dilanjutkan dengan diskusi kelas untuk menanggapi tanyangan video tersebut. Penyampaian materi ajar dengan menggunakan media pembelajaran berbasis ICT yang memanfaatkan media Microsoft power point.
Media pembelajaran dapat bermanfaat untuk memperjelas konsep penyelesaian masalah SPLDV secara real/nyata. sehingga siswa lebih mudah dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan SPLDV dan siswa tersebut lebih termotivasi untuk mencoba masalah-masalah yang berbeda. Akibatnya siswa yang mempunyai motivasi belajar tersebut akan lebih serius dalam PBM serta akan berperilaku yang baik. Dengan adanya motivasi belajar dan perilaku yang baik dalam PBM akan membawa siswa ke dalam prestasi yang lebih baik.

F. Daftar Pustaka
Budi, Murtiyasa. 2008. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Matematika. http://search.lib.ums.ac.id/cgi-bin/koha/opac-detail.pl?biblionumber= 42583. Diakses tanggal 4 OKtober 2010 Pukul 18:45 WIB
Iskandar. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial ( Kualitatif dan Kuantitatif). Jakarta : Gaung Persada Press.
Moloeng,Lexy.J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suharsimi, Arikunto. 2007. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Tia,Fitriani .2010 . Etika dan Moral . http://bhupalaka.files.wordpress.com/2010/05/tugas-makalah-etika-dan-moral-tia-fitriani-15308026.doc Diakses pada tanggal 13 Oktober 2010 pukul 19:35 WIB.
www.smanichibangli.sch.id/component/option,com...5/.../view,category

Tidak ada komentar: